alhamdulillah saya seorang `pelayan`

oleh Amylia Amy pada 25 Oktober 2011 pukul 16:51


Hari2 yg saya lalui dimulai dngn dikirimnya sms dr perusahaan t4 saya bekerja, berupa sederet rute yg hrus saya jalani, entah itu 2, 3, atau ,4 hari. Kekhawatiran mulai mbjadi makanan saya sebelum prjlnn tersebut saya lalui. Mmpukah saya berkolaborasi dngn mrka yg karakternya beragam, dapat kah saya bertahan di ketinggian di atas 30ribu meter? Semuanya menjadi renungan sekaligus ketakutan saya. Namun swmua terkalahkan dngn keinginan membahagiakan wanita yg selalu memeluk saya selama 23th ini.

Tidak mudah menjadi saya. Keinginan menjadi seorg `pelayan udara` sempat mwnjadi kisruh di kalangan mereka yg msh terikat pertalian darah. Omongan2 dan mungkin lbh pantas dibilang penyepelean saya terima walau tidak secara langsung. Namun,mereka yg mengaku kluarga itu tetap saya anggap kluarga dan akan slalu saya anggap kluarga. Slalu ada doa terbaik bagi mrka.
Sempat mereka beranggapan bahwa keinginan saya ini semata2 hanya karna ingin mengikuti kepindahan sang pacar yg hijrah ke luar kota. Dan saya hanya bisa bersyukur!!

Tidak mudah mmg mnjadi saya. Bangun pagi2 buta disaat yg lain msh terlelap. Menapaki garbarata menuju pswat, sesampai di pintu pswt, saya mengucapkan salam dan doa `semoga kita selamat dan perjalan ini bermanfaat.` memasuki ruangan cabin yg msh kosong, kegiatan saya dimulai dengan memwriksa kelengkapan dan kevaliditian alat2 emergency yg ada. 15 menit kemudian boarding di mulai. Mereka yg dinamakan penumpang berdatangan dngn beragam barang bawaan. Bagi mrka yg terbilang executive mngkin hanya mmbawa satu tas tangan dan sebuah koper, namun bagi si biasa, barang bawaan mrka terbilang lbh dan mngkin akan sedikit merepotkan, tapi mengertikah anda bahwa t4 bagasi cabin itu hanya diperuntukkan maks 2barang bawaan per org. Namun dlm hal ini kembali kami yg hrs mengerti. Boarding selesai, pemeriksaan kelengkapan dokumen, pintu ditutup, peragaan alat keselamatan, dan pesawat mulai bergerak. Inilah saatnya saya berserah diri. Apapun nanti yg akan terjadi, saya yakin bahwa itulah yg terbaik untuk saya.

Mungkin yg anda tau, saya sebagai `pelayan ` dibayar mahal utk tugas ini. Namun mengerti kah anda
Sayapun mmbayar mahal untuk pncapaian ini. Keinginan saya untuk menjadi seorang sarjana sastra harus saya tunda untuk beberapa wktu, keinginan utk ttp memeluk wanita yg saya cintai hanya akan terpenuhi di saat masa cuti saya jalani, suasana rumah yg slalu saya rindukan, menutup telinga rapat2 ttg sisi negatif pekerjaan yg saya jalani. Dan pada akhirnya saya hanya dapat memahami `u get some, u`ll lose some. Itu lah sdg saya jalani saat ini.

Dan perjalanan ini masih blum sampai di sini. Maaih banyak hal yg harus saya lakukan. Masih harus mengumpulkan kesabaran extra setiap harinya, tetap tersenyum walau kantuk dan lelah yg teramat sangat menggelayuti saya. Namun saya, amylia, perempuan 23thun yg ditinggal mati seorang tulang punggung kluarga, dengan segenap kekuatan yg ia punya hanya mencoba untuk meraih mimpinya. Karna saya yakin, impian itu akan selalu ada bagi mereka yg mau mengejarnya!! Dan saat ini 1,5 tahun sudah saya tetap mencoba untuk mengejar impian tersebut. Semoga kelak, usaha kecil ini akan menjadi impian yg besar. Karna, sekali lagi, saya yakin, tidak ada yg sia2.




Amylia Yusra
Flight Attendant of LionAir
Voting Anda
Rating:9.5
Reviewer: AchiyaK Deni
Description: alhamdulillah saya seorang `pelayan`
ItemReviewed: alhamdulillah saya seorang `pelayan`

0 komentar:

komen

AchiyaK ZanJabiL



Mode Hemat Energi,Gerakkan mouse anda untuk kembali ke halaman!