Bisakah ku tahan engkau tetap di sini sahabat?!


oleh Bidari Setiarumsari pada 4 Januari 2010 pukul 0:58


Tangis bertopeng tawa

Sedih bertopeng senyum

Tak percaya bertopeng tegar

Kau tau..
Aku tau..
Kita semua di ruang mungil itu tau...bahwa keadaan seperti ini mungkin akan berakhir dengan tetesan airmata di penghujung jariku dan jarimu sebelum jarak memisahkan kita wahai sahabat..

Ingin sekali ku peluk engkau erat-erat dan tak mengijinkanmu pergi dari sini,tapi apa kuasaku menahanmu..Hanya bisa berusaha berikhlas atas perpisahan yang hendak terjadi dalam hitungan hari..

Tak kuasa ku membayangkan ruang itu kosong, tanpamu..

Tawamu menguap hilang mengudara dan entah kapan ia berembun di ruang mungil itu..

Tarianmu berputar bersama jalannya waktu dan entah kapan terhenti di sini sambil kunikmati dengan tawa kecil..

Suara lengkingan tilawah maupun nyanyianmu hanya bisa menempel di dinding-dinding itu tanpa bisa kudengar lagi..

Entah kapan lagi kita habiskan waktu malam-malam bersama menatap dinding langit-langit sambil bercerita,tertawa,hingga menangis,ataupun hanya saling terdiam tanpa kata dan hanya menikmati keheningan malam..

Wahai sahabat,
Bila kau di sana nanti..ingatlah jejakmu yang tertinggal di sini..
Dan...ku kan jaga jejak-jejakmu yang tertinggal,hingga kau bisa kembali menyapanya bila kau rindu..

Dedicated to:
Ira Iko

 

Ira Iko
Voting Anda
Rating:9.5
Reviewer: AchiyaK Deni
Description: Bisakah ku tahan engkau tetap di sini sahabat?!
ItemReviewed: Bisakah ku tahan engkau tetap di sini sahabat?!

0 komentar:

komen

AchiyaK ZanJabiL



Mode Hemat Energi,Gerakkan mouse anda untuk kembali ke halaman!