Anugrah dariNya..

oleh Usman Jambak pada 1 November 2010 pukul 11:40


Tulisan ini juga diposting di web blog Pemadu Kata: http://ilalanghilang.blogspot.com/2010/11/pray-to-allah.html
 Oleh: Usman Jambak

Belum kering air mata kita dengan musibah yang terjadi di Wasior, Papua, Merapi memuntahkan lahar panasnya disusul dengan Gempa dan Tsunami yang meluluhlantakkan Mentawai. Apa gerangan pesan sang pencipta alam buat kita….???

Setiap musibah yang terjadi tersebut selalu merenggut nyawa, walaupun persiapan dan tingkat kewaspadaan sudah ditingkatkan. Toch…ternyata banyak juga anak-anak yang kehilangan bapaknya, suami kehilangan isterinya, isteri kehilangan suaminya….!!!

Dengan rasa keprihatinan kita dengan musibah bencana alam yang hampir setiap tahun / setiap saat terjadi yang kita sendiri tidak ada kepekaan hati nurani secara instink ataupun peralatan secanggih apapun.

Mari kita kilas balik perjalanan kehidupan kita, bagaimana tingkat keimanan kita kepada sang Khalik hari ini…?? Kalau kita boleh jujur, jam berapa kita sholat shubuh..?
Tidakkah kita tahu hakikat dan tujuan sholat tersebut, mari kita renungkan sabda Rasulullah berikut:
Shalat adalah tiang agama, barang siapa yang mengerjakannya berarti ia telah menegakkan agama, dan barang siapa meninggalkannya berarti ia telah meruntuhkan agama

Juga Sabda Rasul:

Barang siapa yang menunaikan shalat Subuh maka ia berada dalam jaminan Allah. Shalat Subuh menjadikan seluruh umat berada dalam jaminan, penjagaan, dan perlindungan Allah sepanjang hari. Barang siapa membunuh orang yang menunaikan shalat Subuh, Allah akan menuntutnya, sehingga Ia akan membenamkan mukanya ke dalam neraka. ” [HR Muslim, At-Tarmidzi dan Ibnu Majah]
Tanyakan kepada diri kita, sejauh mana kita memahami dan mengaplikasikan contoh kecil di atas dalam kehidupan ini.

Kita bahkan sering melantunkan tembangnya Ebiet G. Ade (Untuk Kita Renungkan)

Kita mesti telanjang dan benar-benar bersih Suci lahir dan di dalam batin Tengoklah ke dalam sebelum bicara Singkirkan debu yang masih melekat..
Singkirkan debu yang masih melekat..
Anugerah dan bencana adalah kehendakNya Kita mesti tabah menjalani Hanya cambuk kecil agar kita sadar Adalah Dia di atas segalanya..
Adalah Dia di atas segalanya..
Anak menjerit-jerit, asap panas membakar Lahar dan badai menyapu bersih Ini bukan hukuman, hanya satu isyarat Bahwa kita mesti banyak berbenah
Memang, bila kita kaji lebih jauh Dalam kekalutan, masih banyak tangan Yang tega berbuat nista... oh Tuhan pasti telah memperhitungkan Amal dan dosa yang kita perbuat Kemanakah lagi kita kan sembunyi Hanya kepadaNya kita kembali Tak ada yang bakal bisa menjawab Mari, hanya tunduk sujud padaNya
hooo...hooo hooo
Kita mesti berjuang memerangi diri Bercermin dan banyaklah bercermin Tuhan ada di sini di dalam jiwa ini Berusahalah agar Dia tersenyum... ho.. du..du...du..du..du.. du..du..du..du..oh... ho...ho...ho... du..du..du..du.. Berubahlah agar Dia tersenyum


Pertanyaannya sudahkan kita merenung..?? sejauh mana perenungan tersebut…?? Dan apa yang kita peroleh dengan renungan tersebut

Imbauan kami kepada kalayak dan bangsa negeri ini seyogyanya kita entrospeksi diri dan tidak saling tuduh dan komentar yang sifatnya dzolim dan sok tahu .

Untuk hal tersebut diatas marilah luangkan waktu untuk tafaqur sejenak untuk memohon kepadaNya, dan untuk para arwah ynag terkena korban mari kita do'a kan dan marilah bagi Masjid/Surau/Langgar yang belum melakukan shalat Go'ib utuk melakukan shalat Go'ib dan semoga doa dan shalat kita diterima dan diridhoiNya (UJ)


Voting Anda
Rating:9.5
Reviewer: AchiyaK Deni
Description: Anugrah dariNya..
ItemReviewed: Anugrah dariNya..

0 komentar:

komen

AchiyaK ZanJabiL



Mode Hemat Energi,Gerakkan mouse anda untuk kembali ke halaman!