“ Bahtera di Ujung Dermaga ”


oleh Izinkan Aku Menikah Tanpa Pacaran pada 11 Juli 2011 pukul 16:48


Assalamu’alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh
BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIIM .


Minggu pagi itu, seperti biasa Ellayyin sedang duduk-duduk di gazebo tepi  taman dekat rumahnya sembari membaca sebuah buku berjudul “ Laa Tahzan-jangan bersedih”, kesukaannya. Ketika larut dalam membaca buku tersebut, tiba-tiba ia dikagetkan oleh kedatangan seorang ikhwan (baca : lelaki) yang belum sama sekali dikenalnya. Lelaki dengan penampilannya yang sok gaul itu memandang lurus ke wajah Ellayyin dengan tangan terlipat di atas meja, tempat Ellayyin membaca buku.
         “Ma’af…  ada apa ya? Apa aku mengenalmu ?” diletakkan Ellayyin gelas berisi jus alpukat  itu ke meja, sembari berpindah tempat duduk agar jauh dari lelaki asing itu.


         “Belum.” Jawab yang ditanya tenang, menebar senyuman.
         “Lalu maumu apa?”

“Kenalan sama kamu. Mungkin bisa dilanjutkan ke taraf yang lain.”
“Apa maksudmu? Dan kenapa aku harus mengenalmu?” Ellayyin tidak suka dengan sikap lelaki itu dan merasa harus memperlihatkan reaksi sejujurnya.
“ Aku bisa memberi sesuatu yang selama ini kau cari.”
“Oya? Memangnya kau tau?”
“Cinta itu anugerah. Kita tidak bisa memilih kepada siapa anugerah itu dijatuhkan. Begitu pula dengan apa yang sekarang kita rasakan, rasa cinta yang begitu tulus menyatukan kita dalam satu hati… “
“Aku nggak ngerti, maksudmu apa?” jawab Ellayyin sekenanya.
Nggak ada maksud sayaang….”
“WHAT??? Who are you ?”


“Okey, let me introduce my self, I’m Tony.” Dijulurkannya tangan kanannya sebagai tanda ingin bersalaman.
“Hah??? Tony siapa?” jawab Ellayyin kaget sampai buku yang dibacanya dari tadi, terjatuh. Segera Ellayyin dan lelaki yang bernama Tony itu mengambil buku tersebut secara bersamaan. Ellayyin yang begitu kaget dan tak percaya ketika lelaki itu menyebutkan namanya, dibuat salting sampai tidak menghiraukan niat lelaki itu ketika ia ingin bersalaman dengannya, sehingga dengan sengaja atau tidak, tangan lelaki itu memegang tangan Ellayyin.
“Ma’af…“ Ellayyin berusaha melepaskan genggaman tangan Tony yang begitu erat.
“Ellayyin Nur Fathimah… apakah kau tak mengenalku?”
“Ku rasa tidak, .. hmm, ma’af aku ada urusan.” Dimasukkan buku berjudul Laa Tahzan-jangan bersedih itu ke dalam tas ranselnya. Dan dengan segera,  Ellayyin pergi meninggalkan Tony tanpa pikir panjang.




“Aku Tony Pratama, hunn…. Aku pacarmu” Teriak lelaki itu ketika tau Ellayyin mulai jauh dari dirinya.
“Hunn? Apa maksudnya? Lho apakah dia Tony pacarku di dunia maya itu? Kok aku nggak mengenalnya sih…. Haduuh, kenapa dia ada disini? Bagaimana dia tahu kalau aku ada di tempat ini?” Gumam Ellayyin dengan beribu pertanyaan dalam batinnya.


Yah, ia memang begitu shock dengan  kenyataan yang harus dihadapinya saat ini. Bagaimana tidak, tanpa ada pemberitahuan sebelumnya, tiba – tiba Tony, lelaki yang selama 3 bulan ini begitu istimewa di hati Ellayyin, tiba-tiba muncul di dunia nyata, bahkan dihadapannya saat itu. Yah, Tony adalah pacar Ellayyin. Ia adalah seorang mahasiswa berprestasi  di Uneversitas Islam Indonesia (UII). Mereka berdua dipertemukan lewat fasilitas dunia maya, yaitu berawal dari teman di facebook lalu berkomunikasi hampir setiap hari melalui handphone, mereka pun sudah saling tahu karakter dan fisik masing-masing, hingga akhirnya selama kurang lebih 8 bulan masa PDKT ( baca: pendekatan) , mereka berdua resmi berpacaran, tepat pada saat pembukaan piala dunia 2010, yaitu 11 Juni 2010, Tony menyatakan cintanya kepada Ellayyin.


Cinta yang hakiki ialah cinta oleh akal dan hati…..bukan karena iman… wah hebat ya??? Tanpa melihat atau berjumpa, ia sudah bertaut dan dapat dirasa karena bersatu adalah hati, bukannya fizikal.
Kereta diciptakan dengan kuasa untuk bergerak, tetapi pergerakannya perlu diatur dan dikawal. Begitulah cinta, ia adalah kuasa, tetapi kuasa itu memerlukan peraturan dan kawalan. Sebagaimana jasad memerlukan makanan, begitu juga halnya dengan jiwa yang memerlukan cinta. Allah menciptakan naluri tersebut (Harizah Nau’ ) karena ingin menyelamatkan, membahagiakan dan menentramkan jiwa manusia. Tetapi cinta sekarang banyak meruntuhkan arti kemanusiaan itu sendiri. Bukannya menyelamatkan, tetapi merusakkan.



Hukum cinta perlu dipatuhi agar maksud penciptaanya tercapai. Cintailah sesiapapun, asalkan cinta itu dapat memberi lorong yang sebaik-baiknya untuk terus mencintai Allah. Cinta itu harus dibina diatas dasar cinta kepada Allah. Sebagai bukti, kita akan mendahulukan kehendak kecintaan kita kepada Allah melebihi kehendak kecintaan kita kepada yang lain.
Ellayyin yang sedari tadi terdiam, tampak beribu pertanyaan mengelilinginya, memaksanya untuk segera menjawab sampai tuntas, ia terlihat bimbang. Dan tiba – tiba…


“Assalamu’alaykum…”
“Wa’alaykumussalam, ” jawab Ellayyin sembari membalikkan badan, menghadap ke arah orang yang mengucap salam itu.
“Akhirnya, senang bertemu denganmu…  ” Seseorang itu menatap tajam wajah Ellayyin hingga ia terdiam tertunduk. Dia adalah Tony
“Tony “
“Iya hunn, Alhamdulillah sadar juga ini anak,”

“Kenapa nggak bilang-bilang sih… kalau mau ketemu aku? Tanya Ellayyin jengkel.
Pengen kasih kamu surprise aja, kenapa?” Tony meraih tangan Ellayyin, mengajaknya  duduk di gazebo tadi.
“Hmm… ya kaget aja, tiba-tiba kamu nongol aja di depanku… hehe.”
Jawab Ellayyin mulai santai dan segera melepaskan genggaman tangan Tony.
“Hunn…” Tony tersenyum nakal, sambil kedua matanya melirik-lirik ke arah Ellayyin.
“Apa??? Kangen yaa? Hehe…” Ellayyin menggoda.
“Iya, kangeeeen bangeetzzz… kok tau sih?” Pandangan Tony sama sekali tak terlepas dari tatapan tajamnya ke mata Ellayyin.


Yah, cinta memang dapat mengubah pahit menjadi manis, debu beralih emas, keruh menjadi bening, sakit menjadi sembuh, penjara menjadi telaga, derita menjadi nikmat dan kemarahan menjadi rahmat. Bahkan, sampai ada pepatah yang mengatakan, kalau cinta sudah melekat, tai kucing rasa coklat. Oleh karena itu, tak heran jikalau banyak pasangan dua sejoli yang sedang dimabuk cinta begitu asyik saling memadu kasih, seolah tidak ada yang melihat dan memperhatikan mereka, mereka lupa bahwasanya ALLAH Maha Melihat lagi Maha Mengetahui, termasuk pula apa yang ada di dalam hati kita.


Oleh karena hal itu akan mendorongnya kepada perbuatan yang diharamkan, sebagaimana firman Allah swt
قُل لِّلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ
Artinya : “Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya…” (QS. An Nuur : 30).


 “Eh, jangan ngeliatin aku kayak gitu ,.. aku kan malu… diliatin orang lho…”
“Ah biarin, bodoh amat hunn…” Jawab Tony cuek sambil terus memandang wajah Ellayyin.
Sedangkan Ellayyin sedari tadi selalu berusaha memalingkan wajahnya agar Tony tak memandangi dirinya terus, karena ia begitu risih terhadap kelakuan Tony kepadanya itu.
“Oh iya, by the way… ini ta rencana pean? tiga hari cuekin aku, eh taunya pean bikin surprise. Sempat aku pikir pean marah sama aku gara-gara statusku di fb yang banyak dikomentari cowok-cowok itu.”


“Hehe iya… dan soal fb, aku nggak marah kok hunn, cuma nggak suka aja. Aku cemburu, aku takut kamu berpaling dari ku… “Tony tampak serius. Yah, selama mereka berpacaran, Tony begitu menyayangi Ellayyin, ia begitu perhatian dan penuh kasih sayang. Sebisa mungkin ia selalu ingin membuat Ellayyin bangga terhadap dirinya, agar Ellayyin tetap awet bersama dirinya.
Karena Ellayyin begitu berharga bagi Tony, entah mengapa ia selalu ingin membuat Ellayyin tersenyum dan tegar dalam menjalankan aktivitas Ellayyin sebagai “ pengemban dakwah “. Hmm,, pembca psti lg mikir ne? “pengemban dakwah” kok pacaran?? Udah,, disimak aja dulu,, :D


Sebenarnya, Ellayyin adalah salah satu pelajar yang tergabung dalam organisasi kerohanian Islam dalam HTI (Hizbut Tahrir Indonesia). Walaupun statusnya masih pelajar SMA serta ia baru saja bergabung dalam HTI, namun ia begitu terkenal dengan kemahirannya dalam berbicara, berdiskusi, bahkan berdebat  tentang pengetahuan ilmu-ilmu fiqih Islam. Namun sayang, Ellayyin tidak bisa mengendalikan musuh utama yang ada pada diri setiap manusia, dia adalah hawa nafsu.

Yah, walau sebenarnya ia telah mengetahui seperti apa yang Imam Bukhori pernah katakan bahwa zina tidak hanya terbatas pada apa yang dilakukan oleh kemaluan seseorang saja. Namun zina bisa dilakukan dengan mata melalui pandangan dan penglihatannya kepada sesuatu yang tidak dihalalkan, zina bisa dilakukan dengan lisannya dengan membicarakan hal-hal yang tidak benar dan zina juga bisa dilakukan dengan tangannya berupa menyentuh, memegang sesuatu yang diharamkan.


Nggak lah Tony … aku nggak akan ngelakuin itu, tenang aja.. ” tangan Ellayyin memegang bahu Tony dan kemudian diletakkan kepalanya ke  bahu pacarnya itu.
“Tapi hunn… aku pengen jujur sama kamu, sebenarnya pertanyaan ini sudah muncul sejak pertama kali aku mulai mencintaimu. Plis jawab jujur ya…” Tampak wajah Tony begitu serius.
“Iya, emangnya ada apa sih ki? Serius amat…” Ellayyin mulai merasakan ketidaknyamanan bersandar di bahu Tony, sehingga ditegapkan kembali badannya, dan duduk disebelah Tony.
“Sebenarnya kamu tau nggak hukumnya pacaran dalam Islam itu gimana.. ?”

         “Ohh… soal itu. Ya tau kok…”
         “Terus?”
         “Apa?”


“Ya bagaimana dengan kita hunn?”
         “Untuk saat ini aku sangat membutuhkanmu,.. jujur aku nggak bisa kalau tanpa kamu…” Ellayyin tertunduk, tampak matanya berkaca-kaca…
“Kamu nangis? Sudahlah…” Tony mencoba menenangkan kekasih hatinya itu.
“Aku bingung ki… bingung banget… . Sebenarnya pertanyaan seperti itu juga sering mampir di fikiranku ki…tapi…….” Kini Ellayyin benar-benar tak bisa membendung air matanya, ia menangis di pelukan Tony.


“Terima kasih ya, selama ini kau telah menjadi seseorang yang sangat berharga dalam hidupku.” Tony mencoba melepas pelukan Ellayyin darix,,
“Sama-sama”
Tony mengambil sapu tangan dari tas nya dan dihapusnya sisa-sisa air mata yang masih membekas di pipi kekasih hatinya itu.
Udahan ya nangisnya… cup cup cup.”
“Hehe. Apa’an sih? Aku kan bukan anak kecil !!!” Ellayyin tampak malu, ia mencubit tangan Tony.
“Eitz..jangan marah dong. Aku kan cuma bercanda.”
“HUUFFTT..” Ellayyin menghela nafas panjang, dan ia duduk membelakangi Tony.
“Ini buat kamu…” Tony beranjak dari tempat duduknya, menghadap Ellayyin dan dikeluarkannya dari balik tangannya sebuah benda terbungkus kado bergambar hati yang secara diam-diam ia ambil dari dalam tas. Ia sengaja mengalihkan pembicaraan yang membuat Ellayyin menangis sebelumnya.


“Apa ini ?” Tanya Ellayyin heran.
Special something just for you.”
“Jangan dibuka disini ya… boleh dibuka setelah kamu sampai kamar.” Tony membisik ke telinga Ellayyin.
Hla kenapa?”
“Sudahlah…”
“Oya hunn, nggak terasa udah 2 jam kita disini, dan sekarang udah mau dhuhur. Rencana aku mau ke rumah pakde sebelum dhuhur nih, aku balik ya… nggak papa kan?”
“Iya deh.. oh ya, makasi ya ki buat kenang-kenangannya… wah aku jadi ndak enak nih, ndak bisa ngasih apa-apa. Tony sih datangnya nggak bilang-bilang.”
Halah, sudah lah hunn, bagiku aku bisa ketemu sama kamu aja itu sudah lebih dari cukup. Terima kasih ya atas semuanya… ”

Nggeh, sami-sami mas… . Hati-hati ya, miss you.” Ellayyin menampakkan wajah cerianya, ia tampak begitu bahagia. Sampai – sampai ia tak menyadari bahwa 1 jam yang lalu, ia telah melewatkan acara kajian islam forum HTI, dekat rumahnya, yang selalu ia laksanakan setiap minggu pagi hingga sebelum dhuhur itu.


         “Miss you too yank… ” Dijulurkannya tangan kanan Tony tepat di depan Ellayyin, Ellayyin pun menyambut tangan Tony begitu hangat dan lembut, kemudian diciumnya tangan Tony olehnya. Kemudian Tony  pun perlahan pergi meninggalkan Ellayyin sendiri lagi seperti biasa di taman itu. Ia berjalan menuju sebuah motor keren yang diparkirnya tak jauh dari tempat mereka memadu kasih. Ellayyin terus memandang Tony, hingga akhirnya hanyalah bayangan yang disertai asap kendaraan motor Tony yang Ellayyin pandang. Tony telah pergi menuju ke rumah pakde nya yang berada di Perumahan Pondok Pinang-Sidoarjo.


         Di tengah perjalanan, Tony mengingat-ingat bayangan kejadian ulang antara dirinya dengan kekasihnya itu. Ia tersenyum pahit. Di depan Ellayyin ia tampak begitu bahagia, namun sebenarnya perasaan Tony begitu tercabik – cabik, ia telah mengetahui dan mengazzamkan pada dirinya tentang hakekat cinta yang sesungguhnya. Yang ia lakukan dan yang ia katakan kepada Ellayyin tadi, sebenarnya hanyalah awal dari rencananya, bahwa ia ingin mengakhiri hubungan haramnya itu. Memang, Tony dan Ellayyin saling mencintai dan menyayangi satu sama lain. Mereka bagaikan kupu-kupu dan bunga yang selalu saling melengkapi satu sama lain. Namun, mereka berdua sama-sama dibesarkan dalam lingkungan pesantren. Yah, mereka adalah seorang ikhwan dan akhwat yang bisa dibilang sangat ta’at akan ajaran Islam. Kedua orang tua mereka masing-masing adalah termasuk orang-orang yang aktif terlibat di dalam suatu majelis Islam. Dan salah satu dari mereka, yaitu Tony telah diberi petunjuk oleh Allah bahwa yang selama ini mereka lakukan adalah salah, adalah haram dan merendahkan martabat mereka sebagai muslim dan muslimah.


         “Alhamdulillah… terima kasih ya Allah ” Ucap Ellayyin dalam hati. Bergegas dilangkahkan kedua kakinya menuju rumah, dengan dibawanya dan terus dipandanginya kado special pemberian kekasih hatinya itu sambil terus ia pancarkan wajah penuh suka dan terkadang tersipu malu ketika mengingat – ingat ia telah memeluk Tony.
         Sesampainya di kamar, Ellayyin teringat bahwa dirinya telah lupa menghadiri kajian Islam yang rutin ia datangi setiap minggunya, bergegas diambilnya handphone dari tas yang masih dibawanya dan diletakkannya kado special dari Tony ke dalam laci meja belajarnya.


         “Astaghfirulloh… 5 sms dan 2 panggilan tidak terjawab dari ukhty dina… haduuh, aku harus alasan apa nih…” Ellayyin tampak kebingungan, sesaat kemudian ia memutuskan untuk membalas sms dari ustadzahnya itu. Dengan perasaan bersalah, ia beralasan bahwa tadi ada acara mendadak, sampai-sampai ia tak sempat untuk memberitahu pembinanya tersebut.


         Tiga puluh menit berlalu, Tony sudah sampai di rumah pakdenya, dan ditunaikannya shalat dhuhur berjama’ah bersama keluarga pakde Tony. Begitu pula dengan Ellayyin, ia pun sedang melaksanakan shalat dhuhur berjama’ah dengan keluarganya seperti biasa. Setelah selesai shalat, Tony bergegas ke ruang makan, untuk makan siang bersama, kemudian ia beristirahat sejenak untuk menghilangkan rasa letih dan capek yang ia rasakan.

         Berbeda dengan Ellayyin, setelah selesai shalat, ia begitu bersemangat menuju kamar, ia begitu penasaran terhadap kado yang diberikan Tony kepadanya. Ia membukanya dengan perlahan. Ellayyin terkejut. Ternyata yang ia pikir salah. Tony tidak memberinya  cincin atau sebuah kalung dengan berisi fotonya dengan Tony. Ellayyin terdiam terpaku.
         “Sebuah buku??? Maksudnya apa?” Ellayyin berpikir panjang, ia tak habis pikir, mengapa Tony memberikannya sebuah buku berjudul “ Nikmatnya Pacaran Setelah Pernikahan” ?...


Dengan perasaan bingung dan agak kecewa, Ellayyin membuka-buka buku itu, hingga ia menemukan secarik kertas putih, nampaknya itu adalah surat dari Tony. Ellayyin memunculkan senyum manisnya kembali.


         “Alhamdulillah, ternyata Tony romantis juga… hehe.” Dibukanya surat tersebut oleh Ellayyin dengan perasaan berbunga-bunga. Yah, ia mengira surat itu adalah surat cinta dari kekasih hatinya. Dan ia salah untuk kedua kalinya. Karena surat tersebut berisi…

Syukur pada Allah yang masih mengkaruniakan nafas padaku dan padamu,
Hunn, ma’afkan aku,

Tolong baca surat ku ini tanpa sedikit pun engkau memberi  komentar ya… tolong baca sampai selesai, baru kau boleh berkomentar.
Bismillahirrahmaanirrahiim…

Ukhti…. rasanya aku telah menemukan Kekasih yang jauh lebih baik dan lebih segalanya darimu. Yang Tidak Pernah Mengantuk dan Tidak Pernah Tidur. Yang siap terus menerus Memperhatikan dan Mengurusku. Yang selalu bersedia berduaan denganku disepertiga malam terakhir. Yang siap Memberi apa yang kupinta. Dia yang Bertakhta, Berkuasa dan Memiliki Segalanya.

Maaf Ukhti , tapi menurutku kau bukan apa-apa dibanding dengan Dia. Kau sangat lemah, kecil dan kerdil dihadapanNya. Dia berbuat apa saja sekehendakNYA kepadamu. Dan Ukhti, aku khawatir apa yang telah kita lakukan selama ini membuatNya cemburu.
Aku takut hubungan kita selama ini membuatNya murka. Padahal, Dia Maha Kuasa, Maha Gagah, Maha Perkasa, dan Maha Keras SiksaNya.

Ukhti, belum terlambat untuk bertaubat. Apa yang telah kita lakukan selama ini pasti ditanyakan olehNya. Dia bisa marah, Ukhti. Marah tentang saling pandang memandang yang pernah kita lakukan, marah kerana setitik sentuhan kulit kita yang belum halal itu, marah karena pernah ketetapanNya aku adukan padamu atau tentang lamunanku yang selalu membayangkan-bayangkan wajahmu. Dia bisa marah.


Tapi sekali lagi, semua belum terlambat. Kalau kita memutuskan hubungan ini sekarang, karena Dia Maha Memaafkan dan Mengampuni.
Ukhti.. , Dia Maha Pengampun, Maha Pemberi Maaf, Maha Menerima Taubat, Maha Penyayang, Maha Bijaksana.
Ukhti, jangan marah ya. Aku sudah memutuskan untuk menyerahkan cintaku hanya padaNya, tidak pada selainNya. Tapi tidak cuma aku, Ukhti. Kau pun bisa menjadi kekasihNya, kekasih yang amat dicintai dan dimuliakan. Caranya satu, kita harus jauhi semua larangan-laranganNya termasuk dalam soal hubungan kita ini. InsyaAllah. Dia punya rencana yang lebih indah untuk masa depan kita masing-masing. Kalau engkau selalu berusaha menjaga diri dari hal-hal yang dibenciNya, kau pasti akan dipertemukan dengan seorang lelaki sholeh.


Ya, lelaki sholeh yang pasti jauh lebih baik dari diriku saat ini, seorang lelaki yang akan membantumu menjaga agamamu, agar hidupmu senantiasa dalam kerangka mencari ridho Allah dalam ikatan pernikahan yang suci. Inilah doaku untukmu, semoga kaupun mendoakanku, Ukhti.
Ukhti, aku akan segera menghapus namamu dari memori masa lalu yang salah arah ini. Tapi,aku akan tetap menghormatimu sebagai saudariku dijalan Allah. Ya, saudari dijalan Allah, Ukhti. Itulah ikatan terbaik. Tidak hanya antara kita berdua, tapi seluruh orang mukmin didunia. Tidak mustahil itulah yang akan mempertemukan kita dengan Rasulullah ditelaganya, lalu beliaupun memberi minum kita dengan air yang lebih manis dari madu, lebih lembut dari susu, dan lebih sejuk dari krim beku… AAMIIIN



Maaf Ukhti, tidak baik rasanya aku berlama-lama menulis surat ini. Aku takut ini merusakkan hati. Goresan pena terakhirku disurat ini adalah doa keselamatan dunia dan akhirat sekaligus tanda akhir dari hubungan haram kita ini, insyaAllah.


Kata-kata diatas itu aku copy-paste dari group “Ikhwan-Akhwat anti pacaran”. Group tersebut sangat bagus teman, jika kau berkenan, silahkan bergabung . SEMOGA KAU MENGERTI APA MAKSUDKU DAN KEINGINANKU. AKU MASIH MENCINTAIMU, TAPI AKU LEBIH MENCINTAI ALLAH, DAN AKU SANGAT LEBIH TAKUT KEPADANYA. Ellayyin… aku yakin kau kini sedang tersenyum, karena sesungguhnya kau adalah muslimah yang sholehah, imanmu begitu kuat, namun sayang kau mau terjebak kala aku menginginkanmu menjadi kekasih ku.


Ma’afkan aku yang mungkin terlambat menyadari keputusan indah ini. Ku harap, setelah ini hubungan silahturahmi kita tetap tersambung, dan yang pasti KINI kita adalah teman, tidak lebih. ..!!!
Syukron katsiron ya Ukhty fillah … semoga kau selalu terjaga oleh penjagaan Allah Yang jauh lebih SEMPURNA dari penjagaanku…AAMIIN
Wassalamu’alaykum warahmatullahi wabarakatuh.
 Barakallahufikum,


         Ellayyin tak bisa berkata apa-apa, air matanya terus mengalir dari wajah cantiknya. Ia begitu down hingga tiba-tiba ia tertidur.
         Dua jam berlalu, Umi Ellayyin membangunkannya dari tidur lelapnya. Beliau meminta Ellayyin untuk segera mengambil air wudhu, lalu kemudian melaksanakan shalat ashar berjama’ah. Dengan mata agak tertutup, tanda bahwa Ellayyin masih mengantuk, ia berjalan menuju kamar mandi untuk berwudhu, lalu ia tunaikan shalat ashar berjama’ah bersama keluarga.


         Dalam shalatnya, Ellayyin teringat akan Tony. Sehingga bisa dipastikan shalatnya tidak khusyu’. Yah, Ellayyin terus membayangkan wajah mantan “pemilik hatinya” itu, hingga sampai pada penghujung do’a-do’anya. Dia tambahkan sebuah do’a ke dalam deret panjang do’a-do’a yang selalu dibacanya sehabis shalat.

         “Ya Allah, Maha Penguasa Cinta, Ridho’i lah kami, pertemukan kami hingga sampai pada ujung dermaga cinta sejati dan berilah kami kemudahan untuk selalu beristhiqomah di jalanMU ya ALLAH… aamiiin ..”

         Ellayyin bergegas menuju kamar, ia berniat ingin membalas surat dari saudaranya itu. Sehingga dibacanya kembali surat tersebut. Kali ini dengan penuh seksama. Tiap-tiap kata ia cerna dengan proses panjang. Setelah selesai, segera diambilnya buku catatan koleksi ilmu Pengetahuan tentang Islam.


         Ellayyin dengan kecerdasannya mengolah kata-kata, dengan cepat ia berhasil membuat kata-kata ini.
๑๑۩๑๑۩۩۞۩۩۞۩۩๑๑۩๑๑๑๑۩๑๑۩۩۞۩۩۞۩۩๑๑۩๑๑๑๑۩๑๑۩۩۞۩۩۞۩۩๑๑۩๑๑

Bismillaahirrahmaanirrahiim...

Bukan Itu yg Ku mau…
diamku bukan karena bisu…
tak melihatmu bukan kumelupakanmu…
acuhkan kata-katamu bukan kutelah bosan padamu…

Sungguh!...karena kutakut salah niatku padamu..!!! :'))
pesan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah: " jangan pernah kau menyalahkan cinta, tapi salahkan mereka yg menyalahgunakan cinta hingga berbuat dosa"
[astaghfirullaahu wa'atuubu ilaih]

Bila belum siap melangkah lebih jauh dengan seseorang, cukup cintai ia dalam diam...
karena diammu adalah salah satu bukti cintamu padanya...


kau ingin memuliakan dia, dengan tidak mengajaknya menjalin hubungan yang terlarang, kau tak mau merusak kesucian dan penjagaan hatinya...
karena diammu memuliakan kesucian diri dan hatimu...
menghindarkan dirimu dari hal-hal yang akan merusak izzah dan iffahmu...
karena diammu bukti kesetiaanmu padanya...
karena mungkin saja orang yang kau cintai, adalah juga orang yang telah Allah Subhanahu Wata'ala benar-benar pilihkan untukmu...


Ingatkah kalian tentang kisah Fatimah dan Ali Radhiyallahu 'anhum? yang keduanya saling memendam apa yang mereka rasakan...
tapi pada akhirnya mereka dipertemukan dalam ikatan suci nan indah...

Karena dalam diammu tersimpan kekuatan...
kekuatan harapan, kekuatan impian, hingga mungkin saja Allah akan membuat harapan dan impian itu menjadi nyata...
dan cintamu yang diam itu dapat berbicara dalam kehidupan nyata...
bukankah Allah tak akan pernah memutuskan harapan hamba yang berharap dan berdo'a pada-Nya?



Dan jika memang 'cinta dalam diammu' itu tak memiliki kesempatan untuk berbicara di dunia nyata, biarkan ia tetap diam... !!! Iyaa... biarkan... !!!
karena Allah Ta'alaa masih punya rencana dan 'hadiah terindah ' lain untukmu...
jika dia memang bukan milikmu, melalui waktu akan menghapus 'cinta dalam diammu' itu dengan memberi rasa yang jauh lebih indah, dan orang yang tepat oleh Allah Subhanahu Wata'ala…
 biarkan 'cinta dalam diammu' itu menjadi memori tersendiri...
dan sudut hatimu menjadi rahasia antara kau dengan Sang Pemilik hatimu...
Allah Subhanahu Wata'ala Tata hatimu...


Sudahkah aku pantas untuk dia ? Benar-benar pantas...???
Biarkanlah jiwamu terbang bebas menjalani semua niatmu, yang terpenting, kita perlu berbaik sangka selalu pada Allah Ta'alaa...
Pasangan kita, adalah cerminan sosok yang hampir mirip dengan kita...
Cintamu pada orang yang kau cintai dan sayangi, titipkanlah...
Titipkanlah pada Allah Ta'alaa...


Sebab hanya Allah Ta'alaa yang Maha Menjaga...
dikala kau dan dia saling berjauhan...
dikala kau dan dia saling memendam rindu, ingin bertemu...
Allah menjaga dengan menenangkan hatimu melalui dzikir dan tadabbur...
Cintamu pada orang yang sungguh-sungguh kau sayangi, adalah milik-Nya...
DAN…
Nantikanlah cinta sejatimu di ujung dermaga nan indah itu… J
Walhamdulillaahirabbil'aalamiin,,



Wassalamu’alaykum warahmatullahiwabarakatuh. Barakallhufikum, J
๑๑۩๑๑۩۩۞۩۩۞۩۩๑๑۩๑๑๑๑۩๑๑۩۩۞۩۩۞۩۩๑๑۩๑๑๑๑۩๑๑۩۩۞۩۩۞۩۩๑๑۩๑๑

         Dan di sepertiga malam, Ellayyin dan Tony melaksanakan shalat tahajud di rumah masing-masing. Inilah kekuatan cinta, setelah selesai menunaikan shalat tahajud 4 raka’at, mereka berdo’a yang pada intinya sama – sama menginginkan kelak semoga ALLAH, mempertemukan dan menyatukan mereka dalam indahnya bahtera di ujung dermaga penantian …


Yah, semoga Ellayyin dan Tony kelak akan bersatu di bawah naungan pernikahan yang sah dan mereka dapat bersama-sama menyeru umat manusia untuk melakukan amar ma’ruf, nahi munkar. Aamiin…

SEKIAN

salam :
"Ketika Hatiku BicaraCinta"
Voting Anda
Rating:9.5
Reviewer: AchiyaK Deni
Description: “ Bahtera di Ujung Dermaga ”
ItemReviewed: “ Bahtera di Ujung Dermaga ”

0 komentar:

komen

AchiyaK ZanJabiL



Mode Hemat Energi,Gerakkan mouse anda untuk kembali ke halaman!