.....


oleh Amylia Amy pada 2 Desember 2009 pukul 19:56


Seharusnya, saya bisa setegar ibu saya… dan seharusnya saya bisa sekuat ayah saya.

Dulunya, waktu ayah masih bersama kami, ibu sang wonder woman hidup dalam kesendirian kami “tanpa” ayah. Selalu ada senyum di tiap air mata ibu. Selalu ada doa dalam tiap ratapannya. Yang tadinya hanya harapan, semua ada dalam dekapan. Mana ada kata terjatuh bagi kami, mana ada kata tidak untuk kami. Saya bangga!! Dulunya, waktu ibu memasak di dapur, saya dipapah ayah dengan banyak harapan pada tiap langkah yang ia ajarkan. Langkah kaki pertama, ia ingin saya menjadi anak yang sadar akan siapa saya. Tidak pernah lupa akan kewajiban , selalu dekat dengan-Nya. Langkah kaki kedua, moga kelak saya bisa beri guratan bangga di tengah kerut di dahinya. Belum sempat melangkahkan kaki, sang pahlawan mengingatkan “ jangan jatuh bila semua meninggalkanmu,termasuk aku” dan saya pun terlanjur melangkah. Tidak jatuh memang! Tapi saat ini sepertinya saya jatuh…. Dan saya pun belajar!

Seharusnya, saya bisa sebaik ibu.. dan sebijaksana ayah!!

Dulunya, waktu ayah masih bersama kami, ibu sang bidadari penebar kasih selalu mengatakan kegirangannya memiliki saya. Setiap hari di tiap usia selalu menceritakan kebaikan sang ayah dan betapa beruntung saya memiliki ayah seperti beliau. Dan di setiap kebersamaan kami, ibu sang bidadari tak henti hentinya mensyukuri saya dan anggota keluarga lainnya. Dulunya, waktu ibu menggendong saya, ayahpun mengajarkan saya untuk berpijak. Kata beliau jangan biasakan diri berdiri di kaki orang lain. Selagi saya mampu, selagi saya kuat, dan selagi masih ada waktu, maka tetap mencoba. Kata ayah, hidup itu milik pribadi yang mandiri. Mana bisa bidadari kecil yang manja harus tetap ada dalam awang-awang ayah dan ibu. Dan saat inipun saya masih belajar!!

Seharusnya saya bisa secantik ibu, dan se”gagah” ayah!!

Dulunya, waktu ayah masih bersama kami, ibu yang selalu mengajarkan saya arti setetes air mata. Ada baiknya disimpan saat saat indah yang akan saya kenang nantinya. Namun sekarang semua terasa sangat murah adanya. Kadang pikiran konyol membuat saya sedikit tergelitik dengan fenomena hidup yang telah saya jalani. Namun sampai saat ini saya tidak menyesal !!
Ya… saya dan mereka, pastinya masih belajar. Terlalu cepat untuk mengatakan lelah. Terlalu cengeng bila saat ini saya harus menangisi sebuah kegagalan yang entah ya atau tidak itu semua karna ulah saya.Semuanya masih harus saya lanjutkan dan untuk saya pertanggung jawabkan nantinya. KEGAGALAN SAYA SAAT INI BUKAN BERARTI KEGAGALAN SAYA DI KEMUDIAN HARI dan MEMANG SUDAH SEHARUSNYA!!!
Voting Anda
Rating:9.5
Reviewer: AchiyaK Deni
Description: .....
ItemReviewed: .....

0 komentar:

komen

AchiyaK ZanJabiL



Mode Hemat Energi,Gerakkan mouse anda untuk kembali ke halaman!