sebuah kisah tentang perjuangan ayah dan ibu.

oleh Erin FąĎLã pada 25 Maret 2011 pukul 13:52


Apa sumber motivasi terbesar dalam hidup? Mungkin jawaban yang tepat adalah CINTA!!
 Cinta di sini bukan hanya berarti hubungan sepasang insan berlainan jenis, namun lebih kepada cinta universal.
 Cinta seorang ibu dan ayah / ortu pada anaknya atau sebaliknya.. Inilah kekuatan terbesar yang dimiliki yang bisa menjadi sumber motivasi bagi semua orang.


Ayah, selalu berusaha melengkapi kebutuhan-kebutuhanku. mungkin tidak dapat dengan sekejap. tapi ayah selalu mengingatkan " sabar ya nak,, nanti akan ayah belikan." Ayah terkadang tidak dapat menolak keinginanku, beliau selalu memberi lebih dari apa yang aku butuhkan. Mhm,,, ayah...terimaksih...


Ketika saya mulai tumbuh dewasa, ibu yang gigih sering meluangkan waktu senggangnya untuk pergi kepasar, guna menyiapkan masakan yang enak untuk anaknya.  ibu memasak sup ayam yang segar dan mengundang selera. Sewaktu aku memakan sup ayam itu, ibu duduk disamping kami dan memakan sisa daging ayam yang masih menempel di tulang yang merupakan bekas sisa tulang ayam yang aku makan. Aku melihat ibu seperti itu, hati juga tersentuh, lalu menggunakan sendok dan memberikannya kepada ibuku. Tetapi ibu dengan cepat menolaknya, ia berkata : “Makanlah nak, aku tidak suka makan ayam”  ibu malah memilih memakan terung atau tempe

Ketika saya diberitakan lulus SNMPTN (lg liburan dirumah nenek), aku menelpon mama dan papa untuk mengabarkan kelulusanku itu. Di telpon,aku sudah menangis karena aku bersyukur bisa melanjutkan pendidikan, aku dengar dari ujung telp, ibu senang " alhamdulillah, kasih tau nenek dan iyek ya,". Setelah itu aku mendapat sms dari adikku " uni, selamat ya.. ibu sampai nangis dan teriak mengabarkan kelulusan uni."

Sesampai dirumah, aku yang telah betekad ingin mencium kaki ibu dan ayah, awalnya aku gengsi dan sempat mengurungkan niatku itu. Tapi rasa cintaku mampu mengalahkan smuanya. ketika mereka istirahat. aku menciumi kaki ibu dan ayah secara bergantian sambil meneteskan air mata "Maafin Uni ya ma, pa.." ibu dan ayah terbangun dan menciumku.

suatu hari, ketika aku ingin merilekskan kaki dengan air hangat dan garam. aku melihat ibu tengah letih. aku mendekatinya dan berkata.." Ibu, coba de rendam kaki kesini",, ibu menolaknya dan aku tetap memaksa, hingga akhirnya aku mengelus dan membersikan kaki ibu di dalam rendaman itu. ada kebahagian yang merasuk amat dalam, ketika aku bisa membuat ibu nyaman.

Rasa gengsi sering sekali saya rasakan untuk hanya sekedar sms ayah agar beliau tidak lupa makan siang, ntah mengapa setiap aku sms ayah dan ibu untuk hal-hal kecil sekedar mengingatkan makan dan agar berhati-hati dijalan. aku selalu menangis disamping merasakan bahagia yg g terkira. ternyata gengsi terhadap orangtua itu bukan hal yang baik.

Mungkin masih banyak, bahkan sangat banyak hal yang dirahasiakan ibu agar anak-anaknya selalu bahagia...


 “Terima kasih ibu..!” Coba dipikir-pikir teman, sudah berapa lamakah kita tidak menelepon ayah ibu kita? Sudah berapa lamakah kita tidak menghabiskan waktu kita untuk berbincang dengan ayah ibu kita? Di tengah-tengah aktivitas kita yang padat ini, kita selalu mempunyai beribu-ribu alasan untuk meninggalkan ayah ibu kita yang kesepian. Kita selalu lupa akan ayah dan ibu yang ada di rumah. Jika dibandingkan dengan pasangan kita, kita pasti lebih peduli dengan pasangan kita. Buktinya, kita selalu risau akan kabar pasangan kita, risau apakah dia sudah makan atau belum, risau apakah dia bahagia bila di samping kita. Namun, apakah kita semua pernah merisaukan kabar dari orangtua kita? Risau apakah orangtua kita sudah makan atau belum? Risau apakah orangtua kita sudah bahagia atau belum? Apakah ini benar? Kalau ya, coba kita renungkan kembali lagi… Di waktu kita masih mempunyai kesempatan untuk membalas budi orangtua kita, lakukanlah yang terbaik. Jangan sampai ada kata “MENYESAL” di kemudian hari.


Cerita ini dari sebuah Artikel dan diubah seperlunya.
Untuk hari spesial Mama,,, Happy B'day Mama....
I will always love mam, pap
Voting Anda
Rating:9.5
Reviewer: AchiyaK Deni
Description: sebuah kisah tentang perjuangan ayah dan ibu.
ItemReviewed: sebuah kisah tentang perjuangan ayah dan ibu.

0 komentar:

komen

AchiyaK ZanJabiL



Mode Hemat Energi,Gerakkan mouse anda untuk kembali ke halaman!