Sepucuk surat dari seorang lelaki(renungan n kisah inspiratif)

oleh Erin FąĎLã pada 8 Februari 2011 pukul 13:42



Kamu tau kenapa saya suka wanita itu pakai jilbab?  jawabannya sederhana karena mata saya susah diajak kompromi. Bisa  dibayangkan bagaimana saya harus mengontrol mata saya ini mulai dari  keluar pintu rumah sampai  kembali masuk ke rumah lagi. Dan kamu tau? di  kampus, tempat saya  seharian di sana, kemana arah mata memandang  selalu saja membuat mata  saya terbelalak. Hanya dua arah yang bisa  membuat saya tenang,  mendongak ke atas langit atau menunduk ke tanah.



Melihat ke depan ada perempuan berlenggok dengan  seutas "TANK TOP",  noleh ke kiri pemandangan "Pinggul Terbuka",  menghindar ke kanan ada  sajian "Celana Ketat plus You Can See", balik  ke belakang dihadang oleh  "Dada Menantang!" Astaghfirullah... kemana  lagi mata ini harus  memandang.


Kalau saya berbicara nafsu, ow  jelas sekali saya suka. Kurang  merangsang itu mah! tapi sayang, saya  tidak mau hidup ini dibaluti  dengan nafsu. Saya juga butuh hidup dengan  pemandangan yang membuat saya  tenang. Saya ingin melihat wanita bukan  sebagai objek pemuas mata.  Tetapi mereka adalah sosok yang anggun,  mempesona, kalau dipandang  bikin sejuk di mata. Bukan paras yang  membikin mata panas, membuat iman  lekas ditarik oleh pikiran "ngeres"  dan hati pun menjadi  keras.


Andai wanita itu mengerti apa yang  sedang dipikirkan laki-laki ketika  melihat mereka berpakaian seksi,  saya yakin mereka tidak mau tampil  seperti itu lagi. Kecuali bagi  mereka yang mempunyai niat untuk menarik  laki-laki untuk memakai aset  berharga yang mereka punya.


Istilah seksi kalau saya defenisikan  berdasar katanya adalah penuh daya  tarik seks. Kalau ada wanita yang  dibilang seksi oleh para lelaki,  janganlah berbangga hati dulu. Sebagai  seorang manusia yang mempunyai  fitrah dihormati dan dihargai  semestinya anda malu, karena penampilan  seksi itu sudah membuat mata  lelaki menelanjangi anda, membayangkan  anda adalah objek syahwat dalam  alam pikirannya. Berharap anda  melakukan lebih seksi, lebih... dan  lebih lagi. Dan anda tau apa  kesimpulan yang ada dalam benak sang  lelaki? yaitu: anda bisa diajak untuk begini dan begitu alias   gampangan.


Mau tidak mau, sengaja ataupun tidak anda sudah  membuat diri anda tidak dihargai dan dihormati oleh penampilan anda  sendiri yang anda sajikan  pada mata lelaki. Jika sesuatu yang buruk  terjadi pada diri anda, apa  itu dengan kata-kata yang menyeleneh,  pelecehan seksual atau mungkin  sampai pada perkosaan. Siapa yang  semestinya disalahkan? Saya yakin  anda menjawabnya "Lelaki" bukan? Oh  betapa tersiksanya menjadi seorang  lelaki di jaman sekarang ini.


Kalu  boleh saya ibaratkan, tak ada pembeli kalau tidak ada yang jual.   Simpel saja, orang pasti akan beli kalau ada yang nawarin. Apalagi   barang bagus itu gratis, wah pasti semua orang akan berebut untuk   menerima. Nah apa bedanya dengan anda menawarkan penampilan seksi anda   pada khalayak ramai, saya yakin siapa yang melihat ingin  mencicipinya.


Begitulah  seharian tadi saya harus menahan siksaan pada mata ini. Bukan  pada  hari ini saja, rata-rata setiap harinya. Saya ingin protes, tapi  mau  protes ke mana? Apakah saya harus menikmatinya...?  tapi saya  sungguh  takut dengan Zat yang memberi mata ini. Bagaimana saya nanti  mempertanggungjawabkannya? sungguh dilema yang berkepanjangan dalam  hidup saya.


Allah Ta'ala berfirman: "Katakanlah kepada laki-laki  yang beriman,  hendaklah mereka menahan pandangannya dan menahan  kemaluannya", yang  demikian itu adalah lebih suci bagi mereka.  Sesungguhnya Allah Maha  Mengetahui apa yang mereka perbuat. Katakanlah  kepada wanita beriman  Hendaklah mereka menahan pandangannya dan  memelihara kemaluannya." (QS.  An-Nuur: 30-31)


Jadi tak salah  bukan kalau saya sering berdiam di ruangan kecil ini,  duduk di depan  komputer menyerap sekian juta elektron yang terpancar  dari monitor,  saya hanya ingin menahan pandangan mata ini. Biarlah mata saya ini rusak  oleh radiasi monitor, daripada saya tak bisa pertanggungjawabkan  nantinya. Jadi tak salah juga bukan? kalau saya  paling malas diajak ke  mall, jjs, kafe, dan semacam tempat yang selalu menyajikan keseksian.


Saya  yakin, banyak lelaki yang mempunyai dilema seperti saya ini, mungkin  ada yang menikmati, tetapi sebagian besar ada yang takut dan bingung  harus berbuat apa. Bagi anda para wanita apakah akan selalu bahkan  semakin menyiksa kami sampai kami tidak mampu lagi memikirkan mana yang  baik dan mana yang buruk. Kemudian terpaksa mengambil kesimpulan  menikmati pemandangan yang anda tayangkan?


So, berjilbablah..... karena itu sungguh nyaman, tentram, anggun, cantik, mempesona, dan tentunya sejuk di mata.--
Voting Anda
Rating:9.5
Reviewer: AchiyaK Deni
Description: Sepucuk surat dari seorang lelaki(renungan n kisah inspiratif)
ItemReviewed: Sepucuk surat dari seorang lelaki(renungan n kisah inspiratif)

0 komentar:

komen

AchiyaK ZanJabiL



Mode Hemat Energi,Gerakkan mouse anda untuk kembali ke halaman!