Welcome To My Website

Sebuah Rasa yang Tak Terungkapkan (Part II)

oleh Annisa Dwi Nidia pada 28 Maret 2011 jam 0:20



Sudah tertulis banyak cerita saat Sina dipisahkan jarak dengan orangtuanya. Hampir satu tahun.

Seperti remaja-remaja lainnya, setiap masalah kadang sangat mengusik pikirannya. Apalagi dunia perkuliahan yang terasa sekarang begitu asing baginya. Tak seindah waktu SMA dulu.
Memang, mimpi terbesarnya sekarang sudah menjadi nyata. Tapi?

Ada rasa ragu di hatinya. Ada perasaan takut,jika kelak dia bakal mengecewakan orang tuanya. Semoga saja tidak. Apa yang membuat Sina menjadi ragu?

-------------------------->

"BismiLLah!". Ia mulai harinya dengan senyuman. Hari pertama di minggu ini. Dengan semangat langkah kakinya ia pun berjalan menuju kampus tercinta.

Kuliah hari ini pun berakhir, diakhiri dengan setumpuk tugas yang biasanya ia bawa dengan perasaan santai. Setiba di rumah, ia langsung membaca tumpukan tugas itu satu demi satu. Tapi apa? Tak satu pun cara terpikir olehnya untuk mengerjakan tugas itu. Otaknya buntu.

Dari sanalah ia mulai ragu. Apakah ini adalah pilihan yang tepat?

"Tak ada gunanya jika kau mendapat nilai A, jika itu sendiri bukanlah hasil jerih payahmu! ". Kata-kata itu masih membatin di hatinya. Rasanya, semua tugas selama ini, ada campur tangan dari temannya. Sebuah skill yang seharusnya dimiliki oleh semua mahasiswa di fakultasnya untuk saat ini belum ia miliki. Ia pun bertambah ragu?

Apa gunanya aku disini?

Tapi, saat itu juga teringat kata-kata yang selalu menguatkan hatinya.

"Jika kemarin saat kau memilih keputusan ini kau memilih untuk berada disini, dan Allah pun tidak menghalangi niatmu, maka yakinlah! Disinilah tempat terbaik bagimu. Sesulit apa pun itu, kau telah memilih! Yakinlah kau bisa! Tidak inginkah kau melihat bagaimana akhir dari semua kesulitanmu ini? Ya, aku ingin melihat bagaimana nantinya aku memakai toga itu!"

----------------------->

Itulah awal dari keraguan Sina yang mungkin juga dirasakan oleh mahasiswa lainnya. Saat keraguan mendekat, mungkin kita memilih untuk menghindari semua beban yang ada. Tapi, coba ingat-ingat lagi. Bukankah wajar kalo hidup didera masalah? Dan bukankah wajar pula kalo di setiap masalah itu akan ada Allah yang menemani. Karena Dia tidak akan menguji hamba-Nya di luar batas kemampuannya......
Voting Anda
Rating:9.5
Reviewer: Unknown
Description: Sebuah Rasa yang Tak Terungkapkan (Part II)
ItemReviewed: Sebuah Rasa yang Tak Terungkapkan (Part II)

0 komentar:

komen

AchiyaK ZanJabiL



Mode Hemat Energi,Gerakkan mouse anda untuk kembali ke halaman!