oleh Lola Novia pada 05 Agustus 2010 jam 7:23
Kita simak yuuk cerita berikut ini
Pada suatu hari seekor anak kerang didasar laut mengaduh kesakitan pada ibunya sebab sebutir pasir tajam memasuki tubuhnya yang merah dan lembek. Anakku, kata sang ibu sambil bercucuran air mata, Tuhan tidak memberikan pada kita bangsa kerang sebuah tanganpun, sehingga ibu tidak bisa menolongmu. Sakit sekali, aku tahu anakku. Kuatkan hatimu. Kerahkan semangatmu melawan rasa ngilu dan nyeri yang menggigit. Balutlah pasir itu dengan cairan perutmu.
Hanya itu yang bisa kau perbuat, kata ibunya dengan sendu. Anak kerangpun melakukan nasehat bundanya. Kadang ditengah kesakitannya, ia meragukan nasehat ibunya. Dengan berlinang air mata ia bertahan dan bersabar, bertahun-tahun lamanya. Tanpa disadarinya sebutir mutiara mulai terbentuk dalam dagingnya. Makin lama makin halus. Rasa sakitpun makin berkurang. Dan semakin lama mutiaranya semakin besar.
Akhirnya sesudah sekian tahun, sebuah mutiara besar, mengkilap dan berharga mahalpun terbentuk dgn sempurna. Penderitaannya berubah jadi bahagia, air matanya berubah menjadi sesuatu yg berharga sebagai hasil derita. Kerang kini jauuh lebih berharga dibandingkan jutaan kerang rebus dipinggir jalan.
SubhanALLAH...
Begitu indahnya kesabaran, jadi hiasilah diri kita dgn kesabaran karena itu adalah sikap orang-orang mulia, hadapilah kesulitan dan cobaan hidup dgn lapang dada, tidak menyerah dan penuh percaya diri dan yg lebih penting tetap optimis akan datangnya pertolongan Allah SWT karena semua itu akan mengangkat derajat orang-orang shalih dan meningkatkan pahala.
Allah Subhanahu WaTa'ala menyampaikan rahasia penting dalam Al-Qur'an
Fainnama'al 'usri yusra
Innama'al 'usri yusra
Maka sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan.
(QS Al-Insyirah 94:5-6)
Semoga bermanfaat
InsyaALLAH...^_^
Kita simak yuuk cerita berikut ini
Pada suatu hari seekor anak kerang didasar laut mengaduh kesakitan pada ibunya sebab sebutir pasir tajam memasuki tubuhnya yang merah dan lembek. Anakku, kata sang ibu sambil bercucuran air mata, Tuhan tidak memberikan pada kita bangsa kerang sebuah tanganpun, sehingga ibu tidak bisa menolongmu. Sakit sekali, aku tahu anakku. Kuatkan hatimu. Kerahkan semangatmu melawan rasa ngilu dan nyeri yang menggigit. Balutlah pasir itu dengan cairan perutmu.
Hanya itu yang bisa kau perbuat, kata ibunya dengan sendu. Anak kerangpun melakukan nasehat bundanya. Kadang ditengah kesakitannya, ia meragukan nasehat ibunya. Dengan berlinang air mata ia bertahan dan bersabar, bertahun-tahun lamanya. Tanpa disadarinya sebutir mutiara mulai terbentuk dalam dagingnya. Makin lama makin halus. Rasa sakitpun makin berkurang. Dan semakin lama mutiaranya semakin besar.
Akhirnya sesudah sekian tahun, sebuah mutiara besar, mengkilap dan berharga mahalpun terbentuk dgn sempurna. Penderitaannya berubah jadi bahagia, air matanya berubah menjadi sesuatu yg berharga sebagai hasil derita. Kerang kini jauuh lebih berharga dibandingkan jutaan kerang rebus dipinggir jalan.
SubhanALLAH...
Begitu indahnya kesabaran, jadi hiasilah diri kita dgn kesabaran karena itu adalah sikap orang-orang mulia, hadapilah kesulitan dan cobaan hidup dgn lapang dada, tidak menyerah dan penuh percaya diri dan yg lebih penting tetap optimis akan datangnya pertolongan Allah SWT karena semua itu akan mengangkat derajat orang-orang shalih dan meningkatkan pahala.
Allah Subhanahu WaTa'ala menyampaikan rahasia penting dalam Al-Qur'an
Fainnama'al 'usri yusra
Innama'al 'usri yusra
Maka sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan.
(QS Al-Insyirah 94:5-6)
Semoga bermanfaat
InsyaALLAH...^_^
Reviewer: Unknown
Description: --MUTIARA--
ItemReviewed: --MUTIARA--
Posting Komentar