oleh Annisa Dwi Nidia pada 21 September 2010 jam 22:21
Coba simak cerita di bawah ini...!!!
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------>
Sina namanya. Ia ditakdirkan untuk dapat mengecap ilmu pengetahuan di sebuah universitas ternama. Walau dengan konsekuensi ia harus berpisah dengan orangtuanya.
Pagi ini Sina terbangun. Dadanya terasa sesak. Dia pun mulai berpikir. Mimpi apakah aku semalam???
hmm...---->
Ia bermimpi akan orangtuanya yang sekarang jauh di kampung. Kristal bening pun mulai bergumpal di pelupuk matanya dan sesaat itu pun tumpah.
Dalam isak, ia pun bergumam..
"Ma, Pa, tak dapat kuungkapkan betapa aku rindu padamu. Aku ingin pulang. Tapi anakmu ini harus mengejar cita-citanya demimu.
Ku ingin mengadu, tapi ku tak tau akan mengadu pada siapa.
Ku tak ingin membebanimu dengan tangisanku.
Ku tak ingin air mata itu mengalir lagi di pipimu..
Dan ku tak ingin matamu menjadi merah karenaku.
Ya sudahlah, ku hanya bisa berdo'a demi kesehatanmu..
Semoga rahmat Allah selalu menyertaimu.
Amin.."
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------->>
Sebenarnya hal seperti cerita di atas wajar saja terjadi. Apalagi bagi kita yang baru saja merasakan berpisah dengan orangtua. Walau pun hidup ini hanya dipersembahkan untuk Allah SWT, namun rasa kasih dan sayang orangtua akan selalu membuatmu rindu akannya. Kau akan rindu belaiannya. Saat kau mendapatkan masalah, mereka dapat membuat tentram hatimu, walau sedikitpun mereka tak mampu memecahkan masalahmu. Barada di dekatnya membuatmu merasa bahagia.
Alhamdulillah, berterimakasihlah kepada Allah yang telah menimbulkan rasa itu.
Saat kau rindu denganmu, ceritakanlah pada Pencipta-Mu. Karena Dia yang selalu ada di dekatmu, ALLAH SWT.
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------>
Sina namanya. Ia ditakdirkan untuk dapat mengecap ilmu pengetahuan di sebuah universitas ternama. Walau dengan konsekuensi ia harus berpisah dengan orangtuanya.
Pagi ini Sina terbangun. Dadanya terasa sesak. Dia pun mulai berpikir. Mimpi apakah aku semalam???
hmm...---->
Ia bermimpi akan orangtuanya yang sekarang jauh di kampung. Kristal bening pun mulai bergumpal di pelupuk matanya dan sesaat itu pun tumpah.
Dalam isak, ia pun bergumam..
"Ma, Pa, tak dapat kuungkapkan betapa aku rindu padamu. Aku ingin pulang. Tapi anakmu ini harus mengejar cita-citanya demimu.
Ku ingin mengadu, tapi ku tak tau akan mengadu pada siapa.
Ku tak ingin membebanimu dengan tangisanku.
Ku tak ingin air mata itu mengalir lagi di pipimu..
Dan ku tak ingin matamu menjadi merah karenaku.
Ya sudahlah, ku hanya bisa berdo'a demi kesehatanmu..
Semoga rahmat Allah selalu menyertaimu.
Amin.."
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------->>
Sebenarnya hal seperti cerita di atas wajar saja terjadi. Apalagi bagi kita yang baru saja merasakan berpisah dengan orangtua. Walau pun hidup ini hanya dipersembahkan untuk Allah SWT, namun rasa kasih dan sayang orangtua akan selalu membuatmu rindu akannya. Kau akan rindu belaiannya. Saat kau mendapatkan masalah, mereka dapat membuat tentram hatimu, walau sedikitpun mereka tak mampu memecahkan masalahmu. Barada di dekatnya membuatmu merasa bahagia.
Alhamdulillah, berterimakasihlah kepada Allah yang telah menimbulkan rasa itu.
Saat kau rindu denganmu, ceritakanlah pada Pencipta-Mu. Karena Dia yang selalu ada di dekatmu, ALLAH SWT.
Reviewer: Unknown
Description: Sebuah Rasa yang Tak Terungkapkan
ItemReviewed: Sebuah Rasa yang Tak Terungkapkan
Posting Komentar