ini lebih dari cukup.

oleh Rizki Fauziah pada 14 Maret 2011 jam 19:11


Aku beruntung..

Hidup serba kecukupan..

Pendidikanku, mulai dasar sampai perguruan tinggi (meskipun belum lulus)..
Bisa terbiayai oleh orangtuaku..
Diantara orang-orang yang tidak sekolah, atau tidak bisa sekolah (karna masalah biaya)..tentu saja aku sangat beruntung..

Orangtuaku memberiku fasilitas kendaraan (motor) , memudahkan aku pergi ke kampus tiap hari..
Diantara orang-orang yang harus naik kendaraan umum tiap hari (berdesakan, telat karna nunggu angkot ngetem, n bla bla bla), atau bahkan mereka yang jalan kaki.. Tentu saja aku lebih beruntung dibanding mereka..

Ponsel, orangtuaku memberikan fasilitas ini untukku, (meskipun bukan handphone paling canggih kaya iPhone :k <~ ngarep) agar memudahkan komunikasi denganku.. Mengontrol apa yang sedang aku lakukan ketika aku tak juga pulang.. (yang kadang membuatku kesal, karna merasa diperlakukan seperti anak kecel.. <~ padahal maksud mereka kan menjaga aku dari hal-hal yang ga diinginkan)
dibanding mereka yang ga punya ponsel, aku lebih beruntung..

Laptop, buku, dll..
Mereka masih saja memfasilitasinya..
Jelas aku lebih beruntung dari mereka yang tak punya fasilitas ini..

tiap hari aku bisa makan enak..tidur ditempat yang nyaman..
Dibanding mereka yang tak seperti aku ( misalnya anak kost :p ), tentu saja aku masih beruntung..

Dan masih banyak lagi..

Tapi..
Di atas semua fasilitas ini, aku terkadang malah merasa kurang..
Padahal jelas ini cukup..
Malah lebih dari cukup, kata mereka yang kurang beruntung..

Aku..begitu rakus..tak pernah merasa puas..
Ingin ini dan itu, yang kadang tak begitu penting..

Orangtuaku slalu mengajarkan anak-anaknya.. "Prihatin ! Prihatin ! Prihatin"
orangtuaku tak pernah mengajarkan aku jadi anak manja, tapi ternyata aku masih jadi anak manja..belum bisa mandiri..
Aku iri melihat mereka-mereka yang sudah punya penghasilan sendiri, aku ingin seperti mereka.. :(

dulu..aku anak pintar..berprestasi..
Tapi sekarang ?
Malas belajar, gatau apa-apa, bodoh..
Padahal , cuma itu jalan satu-satunya aku untuk membalas budi pada orangtuaku (meskipun takkan pernah bisa terbalas).. Belajar , jadi anak pintar , dan sukses dunia & akhirat.. Itu harapan mereka..

Aku ingin seperti dulu , agar aku bisa membuat mereka bangga..smoga aku bisa..
Amin..

.RF.
Voting Anda
Rating:9.5
Reviewer: AchiyaK Deni
Description: ini lebih dari cukup.
ItemReviewed: ini lebih dari cukup.

0 komentar:

komen

AchiyaK ZanJabiL



Mode Hemat Energi,Gerakkan mouse anda untuk kembali ke halaman!